Tampilkan postingan dengan label Racauan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Racauan. Tampilkan semua postingan
20200319
20200117
Di sebuah masa, aku sempat mengenal seorang gadis. Ia haus duka, dan senantiasa resah di setiap pagi dirinya membuka mata. Aku kerap berpapasan dengannya ketika kami sama-sama sedang berjalan-jalan tanpa tujuan di sebuah taman di perbatasan mimpi dan khayalan.
Dari mana kutahu dia tak punya tujuan? Sebab langkah kakinya begitu lambat seolah-olah sedang mengajak waktu untuk lebih bersahabat. Dan matanya lelah, begitu lelah. Juga bingung.
Gadis itu haus duka, sungguh. Tapi tak pernah ia menangisi dukanya. Yang kutahu, ia menyerap betul duka yang ia dapatkan.
Ia bahagia ketika berduka dan berduka ketika bahagia. Sukacita terlalu melelahkan baginya.
Dari mana kutahu dia tak punya tujuan? Sebab langkah kakinya begitu lambat seolah-olah sedang mengajak waktu untuk lebih bersahabat. Dan matanya lelah, begitu lelah. Juga bingung.
Gadis itu haus duka, sungguh. Tapi tak pernah ia menangisi dukanya. Yang kutahu, ia menyerap betul duka yang ia dapatkan.
Ia bahagia ketika berduka dan berduka ketika bahagia. Sukacita terlalu melelahkan baginya.
20191214
20160117
20160101
Semakin
Tahun baru semakin usang
terompet-terompet dari kalender bekas semakin tidak galak bunyinya.
Mungkin semakin banyak yang percaya
bahwa segala sesuatunya hanyalah kesia-siaan belaka.
terompet-terompet dari kalender bekas semakin tidak galak bunyinya.
Mungkin semakin banyak yang percaya
bahwa segala sesuatunya hanyalah kesia-siaan belaka.
20151022
Tuan sedang curhat
"Sini, Saya belikan kamu pulsa saja.
Supaya kamu bisa membalas dia yang telah berbuat.
Kadang Saya lelah. Jempol Saya sudah kapalan.
Semua yang mengaku umat hanya suka minta tolong supaya Saya membalas.
Dipikir kerja Saya cuma perihal balas membalas."
20150923
Pagi itu Terlalu Sempurna untuk Membayangkan Sebuah Kehilangan
Masih sama,
seperti biasa.
pagi yang sepi
sedikit kelabu
dengan tawa sendu
kopi pahit
dan rokok yang
sudah hampir puntung
percakapan
di taman
dan ketakutan
akan hari depan
semua
terasa sama
seperti hari biasa
yang tak dirudung
duka.
koma,
sebentar hening.
Sekejap
hilang
remuk
redam
hancur
berantakan.
Esok adalah
kenangan.
Gelas telah pecah.
seperti biasa.
pagi yang sepi
sedikit kelabu
dengan tawa sendu
kopi pahit
dan rokok yang
sudah hampir puntung
percakapan
di taman
dan ketakutan
akan hari depan
semua
terasa sama
seperti hari biasa
yang tak dirudung
duka.
koma,
sebentar hening.
Sekejap
hilang
remuk
redam
hancur
berantakan.
Esok adalah
kenangan.
Gelas telah pecah.
20150911
20150905
20150819
“Di atas ranjangku pada malam hari kucari jantung hatiku. Kucari, tetapi tak kutemui dia. Aku hendak bangun dan berkeliling di kota; di jalan-jalan dan di lapangan-lapangan kucari dia, jantung hatiku. Kucari, tetapi tak kutemui dia. Aku ditemui peronda-peronda kota. “Apakah kamu melihat jantung hatiku?” Baru saja aku meninggalkan mereka, kutemui jantung hatiku; kupegang dan tak kulepaskan dia, sampai kubawa dia ke rumah ibuku, ke kamar orang yang melahirkan aku.”
Kidung Agung 3:1-4
20150814
Tak Perlu ke Luar Angkasa
Kamu bilang,
Kita adalah sepasang alien yang terdampar di bumi
lalu bercinta di sini.
Jadi kita tak perlu jauh-jauh ke luar angkasa,
kecuali,
ketika mendadak kita kehilangan diri.
20150803
20150731
Mengapa saya sangat suka meracau?
Sebab meracau adalah memindai hal-hal kusut yang bersarang di dalam jiwa dan pikiran.
20150608
500
Tidakkah 500 adalah jumlah yang banyak?
Akhirnya saya berhasil mengumpulkan kata-kata hingga 500 banyaknya.
Semoga bisa terus bertambah dan bertumbuh.
Akhirnya saya berhasil mengumpulkan kata-kata hingga 500 banyaknya.
Semoga bisa terus bertambah dan bertumbuh.
Langganan:
Postingan (Atom)