Tampilkan postingan dengan label Racauan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Racauan. Tampilkan semua postingan

20200319

Paus telah mengumumkan akan mengadakan misa pekan Paskah tanpa umat tahun ini. Pandemi besar yang melanda dunia membuatnya memutuskan demikian. Itu artinya kematian Tuhan akan dirayakan dengan sunyi, dan aku merenungkan betul apa artinya kematian yang sunyi bagi Tuhanku.

20200117

Di sebuah masa, aku sempat mengenal seorang gadis. Ia haus duka, dan senantiasa resah di setiap pagi dirinya membuka mata. Aku kerap berpapasan dengannya ketika kami sama-sama sedang berjalan-jalan tanpa tujuan di sebuah taman di perbatasan mimpi dan khayalan.

Dari mana kutahu dia tak punya tujuan? Sebab langkah kakinya begitu lambat seolah-olah sedang mengajak waktu untuk lebih bersahabat. Dan matanya lelah, begitu lelah. Juga bingung.

Gadis itu haus duka, sungguh. Tapi tak pernah ia menangisi dukanya. Yang kutahu, ia menyerap betul duka yang ia dapatkan.

Ia bahagia ketika berduka dan berduka ketika bahagia. Sukacita terlalu melelahkan baginya.
Kalau kepergian adalah suatu yang niscaya, aku selalu berharap bukan aku yang ditinggal pergi, atau dibiarkan pergi. Namun rasanya semua orang lebih suka meninggalkan, sekaligus berharap tetap diinginkan tinggal.

20191214

Ternyata begini rasanya kembali pada kesunyian
Tawa hanya jadi cara meredam jerit yang tak bersuara
Diri sudah sungsang, tak bisa lagi merangkai kata
Yang kini tersisa hanya gelap, gelap mati.

20160306

Selalu menunggu
Tanpa setuju
Atau merasa perlu
Untuk membuang waktu

20160117

Tahukah, bahwa
bidadari seringkali terbang rendah
untuk menghindar dari murka semesta?

Ketika akhirnya mereka jatuh ke tanah
menjelmalah mereka menjadi
retakan-retakan bumi
yang menelan segala:
bahagia pun nestapa

20160101

Semakin

Tahun baru semakin usang
terompet-terompet dari kalender bekas semakin tidak galak bunyinya.
Mungkin semakin banyak yang percaya
bahwa segala sesuatunya hanyalah kesia-siaan belaka.

20151228

Cangkir besi tua yang mulai berkarat
adalah saksi waktu kita yang sudah sekarat

20151022

Tuan sedang curhat

"Sini, Saya belikan kamu pulsa saja.
Supaya kamu bisa membalas dia yang telah berbuat.
Kadang Saya lelah. Jempol Saya sudah kapalan.
Semua yang mengaku umat hanya suka minta tolong supaya Saya membalas.
Dipikir kerja Saya cuma perihal balas membalas."

20150923

melainkan
agar supaya
ketika saat.

Pagi itu Terlalu Sempurna untuk Membayangkan Sebuah Kehilangan

Masih sama,
seperti biasa.

pagi yang sepi
sedikit kelabu
dengan tawa sendu
kopi pahit
dan rokok yang
sudah hampir puntung

percakapan
di taman
dan ketakutan
akan hari depan

semua
terasa sama
seperti hari biasa
yang tak dirudung
duka.

koma,

sebentar hening.

Sekejap
hilang
remuk
redam
hancur
berantakan.

Esok adalah
kenangan.

Gelas telah pecah.

20150911

Saya hanya menutup pintu
supaya kamu bisa pergi dengan lapang.
Saya di sini-sini saja,
seperti biasa,
membangun tembok
agar semakin berjarak.
Ya, yang saya butuh hanya jarak.
Dan batas.
Agar saya bisa merasakan kembali
diri saya sendiri setelah semua hilang pergi.

20150909

Mungkin karena saya bajingan, maka saya tidak ingin percaya bahwa kamu bukan bajingan.

20150905

Kekasihku adalah peri. Sayapnya lembut dan begitu rapuh. Namun dalam dekapnya, gua batu pun tak lebih mampu memberi lindung.

20150819

“Di atas ranjangku pada malam hari kucari jantung hatiku. Kucari, tetapi tak kutemui dia. Aku hendak bangun dan berkeliling di kota; di jalan-jalan dan di lapangan-lapangan kucari dia, jantung hatiku. Kucari, tetapi tak kutemui dia. Aku ditemui peronda-peronda kota. “Apakah kamu melihat jantung hatiku?” Baru saja aku meninggalkan mereka, kutemui jantung hatiku; kupegang dan tak kulepaskan dia, sampai kubawa dia ke rumah ibuku, ke kamar orang yang melahirkan aku.”

Kidung Agung 3:1-4

20150814

Kamu terlalu sibuk
Sampai lupa membaca aku.

Tak Perlu ke Luar Angkasa

Kamu bilang,
Kita adalah sepasang alien yang terdampar di bumi
lalu bercinta di sini.
Jadi kita tak perlu jauh-jauh ke luar angkasa,
kecuali,
ketika mendadak kita kehilangan diri.

20150803

tuhan,
mengapa harus berlama-lama menunda rasa sakit tiba?
kadang-kadang kepala sudah ingin buyar
dan ingin lekas mati saja
supaya lupa semua hal

20150731

Mengapa saya sangat suka meracau?

Sebab meracau adalah memindai hal-hal kusut yang bersarang di dalam jiwa dan pikiran.

20150608

500

Tidakkah 500 adalah jumlah yang banyak?
Akhirnya saya berhasil mengumpulkan kata-kata hingga 500 banyaknya.
Semoga bisa terus bertambah dan bertumbuh.